Ku Ingin Pulang
ku jauh dari-Mu
nama-Mu kusebut selalu
tapi aku bagai tak menyebut
berbisik dari rongga suaraku
kudengar menembus rongga dengarku
hilang sudah
ku jauh dari-Mu
asma-Mu kutatap selalu
tapi aku bagai tak memandang
satu kedipan mata terpejam
hilang sudah
aku harap navigasi itu,
aku hilang arah
tersesat dalam gelap dijalanku
aku ingin pulang
aku sudah puas dengan petang
berikan aku radiasi sinar-Mu
tuntunlah aku ke jalan lurusmu
walau ku harus merangkak
aku tunduk
Selasa, 30 Oktober 2012
Selasa, 23 Oktober 2012
Bayang-bayang Nabi
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?
“Membela yang lemah dan membantu yang miskin” jawab Nabi.
“Membela yang lemah dan membantu yang miskin” jawab Nabi.
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang – arang lemah” jawabnya
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang – arang lemah” jawabnya
Ya Rasulullah … apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
“Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta”
“Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta”
Ya RAsulullah… Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama’
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya… RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama’
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya… RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?
“Wahai ummatku…
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, “Wa ‘asiruhunna bil ma’ruf”
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, “Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka”
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, “Kullulkum Ra’in, ea kullukum masulun ‘an ra’iyyatihi ?”
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, “Wa ‘asiruhunna bil ma’ruf”
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, “Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka”
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, “Kullulkum Ra’in, ea kullukum masulun ‘an ra’iyyatihi ?”
Puisi
IBU
Oh Ibu
Kau di sini sejukkan pagi
Kehilangamu terasa dingin dan kesepian
Dan Aku bagai purnama gerhana
diibarat lautan kering tiada tempat kulayakkan
Padamu Ibu tersayang kucurahkan rasa hati
Kutatapi potretmu berulang kali
Kurenungkan kalimat yang kauberi
Tuhan Yang Esa ampuni dosa ibu
Tempatkan Dia disejuknya surgamu
Oh Ibu kekasih sejati
Kutaburkan do'a mewangi untukmu
Ampunilah dosaku
sejak kudilahirkan hingga akhir hayatku
Saat ini kuteruskan hidup tanpa bersamamu
Kini aku hilang tempat mengadu
Oh Ibu
Senin, 22 Oktober 2012
The Secret admirer
-The Craving-
Really, My eyes glued
in every panoramic in every curve of your face
so beautiful in white
blinding both of my eyes
Hey, but suddenly it froze my soul
when i know it's just the limit,
the limit of my feelings to you
But, I want to try and try
try to prenetrate the top of restriction ,
to hold your hands,
to touch your heart
like you touch my heart
without any attempt,
Just show yourself in front of me
even though without any words,
just smile and i will smile too,
just call my name and i will bow
and it's enough.
Really, My eyes glued
in every panoramic in every curve of your face
so beautiful in white
blinding both of my eyes
Hey, but suddenly it froze my soul
when i know it's just the limit,
the limit of my feelings to you
But, I want to try and try
try to prenetrate the top of restriction ,
to hold your hands,
to touch your heart
like you touch my heart
without any attempt,
Just show yourself in front of me
even though without any words,
just smile and i will smile too,
just call my name and i will bow
and it's enough.
Langganan:
Postingan (Atom)